.BlackBerry-Icon { width: 10px; height: 10px; } .icon { display: inline-block; float: left }

Harga Terbaru , Produk Keripik Cap Lumba Lumba


Hallo, pelanggan dan pecinta Keripik Lumba Lumba. Mohon maaf  dikarena berbagai bahan baku dan bahan faktor pendukung produksi ada kenaikan harga, maka produk Keripik Lumba-Lumba juga ikut naik. Mohon maaf nomer 085234118666 telah tidak digunakan lagi

Sejarah singkat perusahaan keripik lumba lumba

Kripik singkong Lumba-lumba sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa Timur (Jatim). Khususnya warga yang tinggal di Kabupaten Malang dan sekitarnya. Irisan singkong dengan rasa gurih dan manis itu mudah ditemui toko, swalayan dan pusat oleh-oleh di Malang Raya.
Sucipto adalah sosok yang mengembangkan bisnis kripik singkong Lumba-lumba. Tempat produksnya di Mentaraman Gang 7, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jatim.
JawaPos.com berkesempatan mengunjungi kediaman Sucipto sekaligus tempat produksi kripik singkong Lumba-lumba. Tempatnya begitu mewah dan luas. Di sana, Sucipto lantas bercerita perjalanan hidupnya di dunia bisnis.
Usaha kripik singkong yang dijalani Sucipto bukanlah bisnis warisan atau turun temurun dari orang tua. Sebab awalnya, ia bekerja sebagai petani dan pedagang jeruk. Pekerjaan itu dilakoninya sejak 1986 hingga 1996 atau selama 10 tahun.
Pria berusia 53 tahun itupun terbilang sukses sebagai petani dan pedagang jeruk. Dua rumah dan kendaraan berhasil dimilikinya dari kerja kerasnya. Namun ketika memasuki 1996, laki-laki yang gemar semedi dan salat malam serta dzikir itu mendapatkan sebuah petunjuk.
Dalam petunjuk yang didapatkan usai melaksanakan salat malam, bapak empat anak itu diharuskan untuk menyedekahkan seluruh hartanya. Awalnya, Sucipto tidak percaya dengan isyarat itu. Bahkan petunjuk sampai datang dua kali.
“Yang kedua, saya melihat Bunda Siti Mariam mendatangi saya. Hendak saya salami dan cium tangannya, beliau menolak. Beliau bilang ada hal yang harus saya kerjakan,” kata Sucipto mengenang kejadian 22 tahun silam.
Dalam penglihatannya waktu itu, sosok yang diyakini Sucipto sebagai Bunda Siti Mariam mengajak untuk mengikutinya. “Beliau bilang untuk mengikutinya. Saya pikir kalau saya ikut dengan hamba kesayangan Allah, ada kesempatan untuk dekat dengan Allah,” sambungnya.
Sucipto kemudian bercerita kepada isterinya, Lianah, 43, mengenai petunjuk untuk menyedekahkan semua hartanya. Ternyata sang isteri juga mendapatkan mimpi yang sama. Tanpa ragu, mereka pun menyedekahkan seluruh isi rumah. Termasuk kendaraanya. Hanya ada selembar tikar yang tersisa.
Sejak tahun 1997 hingga 2001, dia tirakat sekaligus beramal. Pekerjaan apapun dia lakukan. Mulai dari kuli batu hingga buruh tani. Akhirnya pada akhir 2001, Sucipto kembali mendapatkan petunjuk. Tentunya setelah menjalankan salat malam, tirakat, semedi dan zikir yang panjang. “Saya dengar suara, menyuruh saya untuk berjualan makanan ringan dengan bumbu gula dan garam,” ungkap Sucipto.
Petunjuk yang didapat Sucipto tidak langsung mengarah pada bisnis tertentu. Namun setelah berunding dengan isterinya, dia kemudian memutuskan berjualan kripik singkong. Apalagi di Turen banyak ditemukan tanaman singkong.
Pada 2001, Sucipto dan isteri mulai berjualan kripik singkong. Tepatnya H-10 Lebaran. Pertama kali, kakek dua cucu itu mampu menjual 80 kuintal kripik secara keliling kampung dengan sepeda pancal milik anaknya. Seiring berjalannnya waktu, kripik singkong buatan Sucipto semakin terkenal.
Lantas, kenapa memilih merek dagang Lumba-Lumba? Sucipto juga mengaku dapat petunjuk spiritual. Sekitar 1998, dia mendapatkan petunjuk agar melakukan semedi ke Pantai Jonggring Saloka, Donomulyo, Kabupaten Malang.
Saat itu musim panas berkepanjangan. Dia bersama isteri serta lima saudaranya melakukan tirakat di alam. Hari ketiga, hujan turun deras. Bersamaan dengan itu, dia melihat segerombolan lumba-lumba yang berenang timbul tenggelam silih berganti. “Akhirnya saya beri nama Lumba-lumba. Alhamdulillah, berjalan sampai sekarang,” ucapnya.
Sekarang, Sucipto menjadi sukses dan pemasaran sudah ke penjuru indonesia.

https://www.youtube.com/watch?v=IhqRVkism_A&t=33s
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INFORMASI KONTAK :

ALAMAT :

Keripik Singkong & Pisang
Cap Lumba Lumba
Jln Mentaraman gang 7 Talok
Turen, Malang 65175,
Jawa Timur
Indonesia


Kontak Person
Tn. MISDIANTO
[Pemasaran]


lumbalumba02@yahoo.com


PIN BB 5AEF4953


0823 3824 7777


0823 3824 7777


VISITOR COUNTER




Postingan Populer


Membuat Web Langsung Jadi ? INDO9.COM